Lengang menyapa kembali lingkaran sanubari yang mulai rapuh
detak2 jam dinding mengoyak nalar dan menjalar
menelusuri turus2 waktu yang kerap hadirkan mu di pelupuk ku
Kembali mengguncang-guncang alam tak berdimensi
sosokmu menguat, menyengat aliran darah
menyanyikan lagu sendu dan pendar uapnya
mengiris-ngiris segumpal darah yang pernah terbelenggu
Mengapa heningku selalu menjelma dirimu??
padahal aku tak pernah tahu
adakah aku singgah dalam senyapmu? apalagi tawamu?
Lalu, dimanakah aku?
ter…
Continue
Added by Hendik Arianto on December 30, 2008 at 3:34am —
No Comments